Mengenal Jenis Vaksin Hepatitis yang Tak Banyak Orang Tahu
Surakarta, Jawa Tengah (24/05/2022) Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai kasus penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak. Hepatitis sendiri merupakan penyakit yang menyerang hati atau liver. Kondisi ini bisa saja disebabkan dari banyak hal, mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit autoimun, atau bahkan karena infeksi cacing hati. Namun, terdapat perbedaan antara penyakit hepatitis A, B, C, E dengan hepatitis akut yang sedang terjadi.
Untuk mencegah timbulnya penyakit hepatitis, pemerintah sebenarnya sudah menyediakan program vaksinasi hepatitis berdasarkan jenisnya. Vaksin ini adalah salah satu cara untuk mencegah adanya penularan penyakit hepatitis. Sebab, penyakit ini dapat menular dari orang ke orang, melalui percikan darah, ludah, atau keringat. Akan tetapi, sejauh ini baru ada dua jenis vaksin hepatitis, yaitu untuk hepatitis A dan B. Sedangkan, untuk hepatitis C masih dalam tahap uji coba penelitian dan dua jenis lainnya belum tersedia.
Vaksin hepatitis A diberikan dua kali, yaitu pada anak berusia dibawah 5 tahun. Vaksinasi ini diberikan ketika anak berusia 12 dan 23 bulan. Pada setiap kali injeksi, dosis yang diberikan untuk anak berumur sampai 15 tahun yaitu 0,5 ml. Bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin, bisa memperolehnya dengan pemberian sebanyak dua kali dalam rentang waktu 6 bulan dari vaksin pertama. Untuk dosis yang diberikan sebanyak 1 ml setiap pemberian vaksin.
Vaksin hepatitis B diberikan empat kali, yaitu saat bayi baru lahir, dalam waktu kurang dari 12 jam. Kemudian, vaksinasi akan dilanjutkan ketika bayi mencapai usia 2 bulan, 9 bulan, dan 15 bulan. Pada masing-masing waktu tersebut, dosis yang diberikan sebanyak 0,5 ml. Bagi orang dewasa yang belum menerima vaksin, bisa memperolehnya sebanyak tiga sampai empat kali dengan dosis berkisar antara 5-20 mg atau setara 0,5 hingga 1 ml. Jika sudah mendapatkan vaksin sebanyak tiga kali, maka perlindungannya akan bertahan 20 tahun hingga seumur hidup.
Pencegahan sejak dini sangat dibutuhkan untuk menghindarkan tubuh dari infeksi virus hepatitis. Penerapan pola hidup sehat merupakan salah satu langkah awal untuk mencegah penyakit ini. Selain itu, dibutuhkan juga vaksinasi, agar terbentuk imunitas tubuh yang kuat, supaya tidak mudah terserang penyakit.
Sumber : https://surakarta.go.id/?p=24594
2025-11-19 17:19:44
2025-11-12 17:00:04