MATI BERDIRI karya Yayu Unru
Today! Spesial pertunjukkan Seni Pantomime di Urban Stage Solo is Solo..
Yuuk..Datang dan Nikmati..
MATI BERDIRI
karya Yayu Unru
7 & 8 November 2025; 19.30 WIB
Solo Is Solo Street Art
Koridor Gatot Subroto, Kemlayan, Surakarta.
Mati Berdiri : Tubuh-tubuh yang melawan lupa" Oleh: Gendis Utoyo
Dengan penuh rasa syukur dan haru, saya mempersembahkan pertunjukan Mati Berdiri, sebuah karya dari kelompok pantomime Sena Didi Mime. Di sutradarai oleh Richard Kalipung
Mati Berdiri bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah jeritan sunyi di tengah riuhnya teknologi, sebuah refleksi dari zaman yang bergerak begitu cepat hingga manusia sering kali lupa akan jati dirinya sendiri. Melalui tubuh-tubuh yang diam namun bersuara, kami ingin berbicara tentang keprihatinan, perlawanan, dan harapan. Pertunjukan ini juga akan mengangkat budaya betawi berupa ondel-ondel dan Kembang Kelapa, yang merupakan bentuk penghormatan kami pada ibu kota Jakarta. Sosok Ondel-Ondel, warisan Betawi yang dahulu sakral, kini tersudut dalam bayang-bayang modernisasi. kami hadirkan kembali sebagai simbol perlawanan terhadap kekerasan, degradasi budaya, dan ketidakpedulian masyarakat muda. Dalam gaya khas Sena Didi Mime, kami menyusun mozaik adegan yang menari dalam diam, menggali kegelisahan kami terhadap dunia hari ini. Pertunjukan ini juga merupakan bentuk penghormatan kami kepada para guru yang telah memberi napas dan nyawa bagi kelompok ini: Sena Utoyo, Didi Petet, dan Yayu Unru—tiga sosok yang cintanya pada seni begitu besar, dan kini abadi dalam jejak langkah kami. Semoga karya ini bisa menjadi jembatan rasa antara Indonesia dan dunia, antara masa lalu dan masa depan, antara tubuh yang membisu dan jiwa yang bersuara. Terima kasih kepada Bhakti Budaya Djarum Foundation dan Prodi Teater FSP IKJ, Solo Is Solo atas cinta, dukungan, dan kepercayaan Anda semua.
Salam hormat, Gendis Utoyo Putri dari Sena Utoyo
Sena Didi Mime