• 16 Sep,2022 - 16 Sep,2022

Mahambara Gamelan Nusantara

Gamelan Banyuwangi

Melihat Gamelan Banyuwangi maka terbersit kekentalan warna campuran budaya gamelan Jawa Timur dan Bali. Wajar, karena gamelan ini adalah produk budaya masyarakat Osing, kelompok etnik dari Banyuwangi yang berada di wilayah paling timur Propinsi Jawa Timur dan berseberangan langsung dengan Bali.

Dalam perkembangannya, masyarakat Osing seringkali melakukan elaborasi seni Gamelan Banyuwangi untuk tujuan fungsional maupun eksplorasi estetik. Mereka memadukannya dengan seni-seni tradisi lain yang ada di Banyuwangi, seperti Kuntulan, Angklung, Gandrung, dan Patrol. Hal ini melahirkan kelengkapan “ricikan” Gamelan Banyuwangi yang tidak sebatas saron, pêking, slênthêm, kêthuk, kluncing, kêmpul, gong, dan kendang saja, namun dapat bertambah dengan hadirnya Angklung Banyuwangi, biola, suling, terbang, pantus dan jidor. Hasil elaborasi juga mendorong pengayaan ragam gending dan garap sajian dari gamelan tersebut.

Komunitas Arek Jawa Timur di Surakarta (ARJASURA) dalam perhelatan konser gamelan Mahambara, akan menampilkan sisi-sisi keindahan Gamelan Banyuwangi. ARJASURA membawakan dua repertoar gending sekaligus yaitu “Pasaya” dan “Daredesan”.

“Pasaya” adalah karya tahun 2022 hasil kerja kolaboratif komposer Bagus Baghaskoro Wisnu Murti, Merak Badra Waharuyung dan komunitas ARJASURA. Melalui “Pasaya” yang berarti persaudaraan, karya ini membawa pesan untuk menjaga persaudaraan di tengah potensi perbedaan. Hal ini tecerminkan dengan penataan pola “Kuntulan”, “Kendang Barong”, “Rampak Kendang”, dan vokal “Laik-laik” yang masing-masing dapat berbeda secara pola maupun ritme namun menyatu dalam harmoni khas Gamelan Banyuwangi. Sementara “Daredesan” adalah karya mendiang Sumitro Hadi yang terinspirasi dari perjuangan petani untuk mendapatkan hasil panen yang baik guna menjamin keberlangsungan hidup keluarga.

Sumber : @agendasolo, @isi_surakarta