• 24 May,2025 - 30 Nov,-0001

2 PERTUNJUKAN DALAM SEMALAM

Salam budaya,

Memperingati 170 Tahun Sejarah Pers Indonesia: Dua Sastra Panggung dalam Satu Malam Mas Don Art Center mempersembahkan Sastra Panggung bertajuk “Sang Penggali Timah” dan “Pers di Zaman Edan 1855”, sebagai refleksi atas perjalanan panjang pers Indonesia.

“Sang Penggali Timah” pertunjukan yang menggali luka ekologis dan ambisi manusia Pulau Bangka. Terbungkus dalam kisah cinta tragis. Karya ini diadaptasi dari naskah legendaris era 1950-an, “Penggali Intan” karya Kirdjomuljo.

“Pers di Zaman Edan 1855” adalah pertunjukan yang menelusuri sejarah media cetak Indonesia, dari Harian Bromartani (1855), media mainstream (2025). “Surat kabar pertama berbahasa Jawa dicetak di Jawa Tengah, menggunakan aksara tradisional (Bromartani dan Djoeroe Martani, mulai terbit di Surakarta masing-masing pada tahun 1855 dan 1864” (Lombard, 2005).

Melalui panggung, kisah ini menghidupkan kembali masa-masa kelam ketika media dibungkam.

Dalam semangat Zaman Edan dan Serat Kalatidha, pertunjukan ini menggemakan situasi yang sangat relevan hari ini:

“Dan keadaan negara rusak parah lahir batin, sulit diungkapkan kata. Teladan tiada lagi, nurani sudah pergi. Cendekiawan membisu dicekam Kalatidha. Rakyat resah dalam sunyi, negara melemah dijerat masalah.” (Serat Kalatidha-sinom).

Di tengah zaman ketika kebenaran dibelokkan dan kepalsuan dirayakan, kita diajak kembali pada seruan Ronggowarsito: “Ojo kagetan, ojo dumeh.” Saat dunia menggila, tetaplah waras dan berpihak pada nurani.

Sastra Panggung “Pers di Zaman Edan 1855” akkan dipentaskan oleh Sardono W. Kusumo dan Danang Pamungkas.

Link pembelian tiket: bit.ly/sastrapanggung2025

Informasi lebih lanjut: WA 085117305406

Pembelian tiket offline akan dibuka pada 13 Mei 2025